Migrasi!

Friday, December 27, 2013


Saya memutuskan untuk menghentikan update blog ini, dan migrasi ke blog baru yang juga merupakan blog personal. Migrasi ini saya anggap sebagai sebuah tanda sebuah keputusan. Yaitu keputusan untuk migrasi ke software-software FOSS (Free and Open Source Softwares). Sama-sama migrasi. Kali ini keinginan saya untuk menggunakan Linux dan aplikasi-aplikasinya jauh lebih kuat ketimbang yang saya lakukan beberapa tahun lalu.

Alasan pindah ke Linux?

Yang membuat saya ingin meninggalkan software-software yang biasa saya gunakan adalah munculnya produk CC (Creative Cloud) dari Adobe yang merupakan pengganti atau penerus produk CS (Creaative Suite). Sistem terbaru dari Adobe ini memungkinkan produk-produk softwarenya (termasuk Photoshop) akan digunakan dengan metode komputasi awan. Maksud komputasi awan adalah pemanfaatan teknologi komputer dan aplikasi berbasis internet, jadi koneksi internetnya harus kenceng.

Apanya yang gak disukai?

Metode pembayarannya...  Kalau versi-versi sebelumnya, jika kita akan menggunakan Photoshop secara legal, kita harus membeli lisensinya. Tapi untuk versi baru ini kita diharuskan membayar berlangganan perbulan. Lalu jika kita berhenti membayar, maka software itu tidak bisa kita gunakan kecuali kalau kita mencurinya dengan melakukan cracking. Metode pembayaran inilah yang saya sangat gak suka. Harga yang dipatok pihak Adobe untuk Photoshop CC adalah 20 dollar perbulan dan dilakukan secara online. Saat ini kita masih bisa menggunakan produk Adobe versi CS, tapi pada saatnya nanti versi CS akan ditinggalkan dan tidak disupport oleh Adobe lagi. Dan kita dipaksa terus membayar untuk menggunakan softwarenya. Mohon maaf, saya tidak bermaksud membenci Adobe, bagaimanapun Photoshop adalah software yang sangat bagus, saya mengakuinya.

Proses migrasi

Memang kita bisa saja menggunakan Photoshop CC atau software Adobe lain tanpa membayar, yaitu menggunakan versi bajakan. Tapi saya tidak tertarik, masa' iya sampai mati mau makai bajakan, saya pilih untuk migrasi ke piranti lunak yang memang para pengembangnya mengikhlaskan untuk digunakan secara bebas. Dan untuk proses migrasi ini juga gak bisa saya lakukan seketika, tapi sedikit demi sedikit dengan tetap berusaha memantapkan niat untuk menyesuaikan diri. Blog yang baru beralamatkan di mokhtaarfaqeeh.blogspot.com.
Continue Reading...

Baru Saja Menyelesaikan Revisi Film Dokumenter

Wednesday, September 4, 2013


Film Dokumenter tentang seni tari beladiri "Gong Cik" atau "nCak-nCik". Sejak hampir setahun yang lalu, kami memulai produksi film ini. Sebenarnya kemarin sebelum bulan Ramadhan, film ini sudah selesai dan kami bedah pada acara Megengan 2013 yang sekaligus menjadi ajang pementasan seni Gong Cik dan yang lainnya. Akan tetapi setelah itu kami merevisi sebagian isinya setelah mendapatkan berbagai tanggapan dari teman-teman pegiat seni dan penggemar film di Kabupaten Pati. Kesenian Gong Cik ini adalah seni pertunjukan yang menggabungkan olahraga beladiri, koreografi seni tari, dan musik tradisional. Dulu pernah berjaya pada masanya, lalu redup. Dan suatu ketika teman-teman saya berusaha menghidupkan lagi seni tradisi ini untuk dipertunjukkan dalam acara Gosek Tontonan #10 di kecamatan Trangkil. Kami pun menghubungi para orang tua yang dulu ketika masa mudanya pernah menggeluti kesenian ini untuk sebisa mungkin melatih kami.

Dan akhirnya usaha kami membuahkan hasil. Selain mempelajari, kami juga merekrut adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah untuk ikut mempelajari dan mementaskannya di berbagai acara komunitas kesenian maupun acara di desa kami sendiri seperti pada malam satu Suro atau malam tahun baru Hijriyyah yang sudah bertahun-tahun tak diadakan lagi.

Gong Cik, nCak nCik, Lapak Seni
Pementasan Gong Cik pada acara Lapak Seni di Juwana
Beberapa dokumentasi yang kami kumpulkan dari berbagai acara yang mementaskan Gong Cik, kami gunakan untuk produksi film dokumenter ini. Kami pun menambahi dengan wawancara terhadap para senior kesenian ini, selain itu juga dari pengamat sejarah di komunitas kami. Rencananya kami akan mengikutkan film ini ke Festival Film di Kabupaten Pati dan kemudian ke Provinsi Jawa Tengah.

Link

Selengkapnya tentang Gong Cik:
Continue Reading...

Sedang Belajar Wordpress Selfhosted

Saturday, August 17, 2013


Saya memang sempat beberapa kali kepikiran pengen membuat blog yang lebih profesional, berplatform wordpress dengan self hosted dan domain sendiri. Kemudian mengisinya dengan tutorial-tutorial desain grafis. Selain berbagi ilmu, juga sebagai pembelajaran diri sendiri. Namun niat itu beberapa kali juga saya urungkan, salah satu penyebabnya adalah merasa belum mampu menyewa hosting dan domain.

Terlalu bingung dengan tujuan ngeblog pun bisa menghambat niat ini. Misalnya berpikir apakah nantinya ngeblog untuk mencari duit, contohnya  dengan Adsense. Ataukah untuk promosi jasa dan sebagainya. Beberapa pilihan itu akhirnya membingungkan sendiri. Belum lagi kalau misalnya berkeinginan untuk meraup dollar dengan Adsense, karena masih awam nanti akan dibingungkan lagi dengan teori-teori yang bertebaran.

Saya kadang melihat beberapa blogger yang sudah sukses, dulunya awal ngeblog ya hanya ngeblog aja. Gak terlalu pusing memikirkan tujuan atau apa. Walaupun sebenarnya malah bagus kalau tujuan dan langkah sudah ada dan mantap. Tapi kadang yang dialami belum tentu sesuai teori. Ada yang awalnya blogger asal, lalu keranjingan ngutak-atik template, dan kemudian jadi mahir dan akhirnya dia jualan template sekaligus menerima pesanan.

Dan akhirnya saya wujudkan niat untuk mengelola blog wordpress dengan selfhosted dan domain sendiri  ini tanpa memusingkan nanti akan dibawa kemana. Yang penting bisa memberi manfaat untuk orang lain. Menggunakan hosting di DapurHosting, karena memang saya belum mampu membeli paket hosting di Hostgator yang kata orang sangat handal. Hanya saja saya masih sangat pemula sehingga perlu bahkan wajib untuk belajar menggunakan blog baru tersebut. Harapan saya, semoga lancar ke depannya. Amin.
Continue Reading...

Trik Crop Image di Adobe Illustrator

Thursday, March 7, 2013


Ketika bekerja dengan Adobe® Illustrator®, kita akan disibukkan dengan vektor. Namun terkadang adakalanya kita butuh menggunakan gambar berbasis raster. Dan mungkin juga kita perlu memotong gambar tersebut. Kita bisa saja menggunakan fasilitas Clipping Mask pada Adobe Illustrator dengan menyeleksi image sekaligus objek penge-crop-nya kemudian klik menu Object > Clipping Mask > Make (Ctrl + 7). Tapi sebenarnya teknik ini tidak benar-benar menghapus bagian image di luar area crop. Melainkan hanya menyembunyikannya. Ini tergantung kebutuhan kita, jika dirasa cukup ya tidak masalah. Namun jika kita meng-export-nya ke format JPEG, maka bagian yang tersembunyi oleh clipping mask akan tetap ikut ter-export dengan tertutup warna putih. Berbeda jika kita menggunakan fasilitas PowerClip pada software CorelDRAW®, selain ter-crop juga tidak akan ada area putih jika di-export. Dan juga masih bisa diedit content-nya.

Nah, sebenarnya ada trik untuk melakukan crop yang benar-benar crop di Adobe Illustrator. Bagian yang tidak digunakan benar-benar dibuang dan tidak akan mengganggu jika kita melakukan export. Akan tetapi kelemahan trik ini kita tidak bisa mengedit content-nya seperti fasilitas PowerClip di CorelDRAW. Kemarin saya gunakan trik ini untuk menulis tutorial di situs Tutorial Lounge. Berikut adalah cuplikannya:

Pertama
Atur posisinya sesuai kebutuhan


Kedua
Siapkan objek yang akan digunakan untuk melakukan crop. Dalam kesempatan ini saya menggunakan Rectangle. Atur posisinya, dan juga kurangi Opacity-nya sampai 0%.


Ketiga
Seleksi kedua objek, yaitu image yang akan di-crop dan path yang akan digunakan untuk melakukan crop. Kemudian klik menu Object > Flatten Transparency, atur kualitasnya menjadi 100% High Resolution. Kemudian klik OK dan Ungroup hasilnya. Dan kita bisa membuang bagian yang tidak digunakan, yaitu area diluar area crop.


Trik ini kemaren saya gunakan di tutorial menggambar kompas dengan background sebuah peta tua.

Link Tutorial

Jika ingin membaca dan mengikuti tutorial menggambar kompas yang saya ceritakan tadi, silakan ikuti link ini:
Continue Reading...

Review Tutorial Balinese Barong Mask

Wednesday, January 30, 2013


Barong, tarian tradisional asli dari Bali, Indonesia. Diperagakan dengan topeng yang terlihat agak seram. Tapi walaupun seram, tetep saja keren. Di situs Hongkiat, saya menulis tutorial Adobe Photoshop tentang menggambar Topeng Barong, dimulai dari sketsa pensil. Tutorial ini saya tulis sampai 98 langkah. Cukup panjang ya?!.

Berikut adalah cuplikan beberapa screenshoot yang digunakan di dalam tutorial tersebut.









Untuk melukis rambut Barong ini, saya mempelajari dulu tutorial lain untuk referensi. Tutorial tersebut adalah Photoshop___Painting_Hair_by_sirasan

Link Tutorial

Silakan kisanak ikuti link berikut ini untuk melihat dan membaca tutorial tersebut secara lengkap.
Continue Reading...

Ketika Shortcut di Photoshop Mendadak Lumpuh

Tuesday, January 29, 2013

Suatu ketika, saya menggunakan sebuah komputer dengan fresh install. Maksudnya komputer lama tapi diinstall ulang. Saya membuka Photoshop dan menggunakannya seperti biasanya. Tapi ada yang terasa aneh, pada waktu-waktu yang tidak ditentukan beberapa shortcut tidak bisa digunakan. Dan kadang juga mendadak shortcut-shortcut tersebut bisa digunakan kembali.



Gini lho kronologisnya :

Keluhan : Tidak bisa melakukan shortcut pada Photoshop untuk akses tool, undo history dan shortcut-shortcut sebagainya.
Dugaan : Kena malware atau sesuatu yang menyebabkan ke-error-an pada keyboard atau ke-error-an pada Photoshop.


Selanjutnya diketahui gejala berikut ini : Gak sengaja melirik ke language bar, ternyata setting layout keyboard pada language bar sering berubah pada posisi Arabic tanpa diketahui oleh user. Ini mengakibatkan tidak bisanya aplikasi shortcut keyboard saat mengoperasikan Photoshop.

Switch Arabic Input

Pertanyaan yang muncul : Jin mana yang usil melakukan switch input language hingga posisi menjadi Arabic yang mengakibatkan tidak bisanya aplikasi shortcut Photoshop?


Kecurigaan yang terwujud : Ketidak sengajaan shortcut (di luar shortcut Photoshop) yang mengakibatkan switch input language ke posisi Arabic.


Langkah yang ditempuh : Masuk ke setting input language, terserah mau masuk lewat mana yang penting nyampe. Lalu masuk ke Preferences > Key Settings. Highlight pada Switch between input languages, lalu masuk Change Key Sequence. Nah di sini ter-set Switch input language secara default menggunakan Left Alt + Shift. Matikanlah opsi ini dengan menghilangkan contreng pada Switch input languages. Maka saat mengoperasikan Photoshop tidak akan ada ketidak sengajaan mengubah input language menjadi Arabic yang mengakibatkan tidak bekerjanya shortcut-shortcut.

Setting Input Language

Highlight Switch between input languages

Uncheck Switch input languages

Kesimpulan lain yang didapat dan tak kalah penting : Kok bisa menggunakan Left Alt + Shift yang tadi mengakibatkan terjadinya Switch input language? Ternyata dikarenakan saat mengoperasikan Photoshop, duplikasi objek ke layer baru dilakukan dengan Alt + Drag. Dan karena tangan kanan pegang mouse, jadi Alt yang digunakan adalah Left Alt, karena lebih dekat dengan tangan kiri. Dan selanjutnya karena objek baru hasil duplikasi ingin ditempatkan berjajar dengan sejajar dengan objek asli, maka dibantulah dengan Shift agar nge-drag-nya gak melenceng. Di sini lah terjadi ketidak sengajaan shortcut Switch input language menjadi Arabic dengan penggunaan Left Alt + Shift tersebut.

Continue Reading...

Film Dokumenter

Saturday, September 15, 2012

Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan. Istilah "dokumenter" pertama digunakan dalam resensi film Moana (1926) oleh Robert Flaherty, ditulis oleh The Moviegoer, nama samaran John Grierson, di New York Sun pada tanggal 8 Februari 1926.
film dokumenter
img src

Beberapa hari yang lalu, saya dan teman-teman memproduksi film dokumenter untuk keperluan lomba tingkat provinsi Jawa Tengah. Karena keterbatasan waktu, kami melakukannya sehari semalam untuk membuat dua film dokumenter masing-masing berdurasi 10 menit.

  • Film pertama berjudul "Pandhe" tentang pekerjaan pandai besi.
Narasumber kami adalah Bapak Jumadi yang tinggal di daerah kami. Menekuni profesi sebagai "pandhe" atau pandai besisejak tahun 1984. Beliau mewarisi usaha yang dirintis oleh leluhurnya secara turun-temurun. Pandai besi adalah pembuat alat-alat pertanian ataupun alat-alat lainnya (umumnya benda tajam) yang berbahan utama besi atau baja dengan cara ditempa, dibakar dan dipukuli saat panas membara untuk menghasilkan peralatan yang sangat berguna. Ada juga proses sepuh, penggerindaan, pengikiran, dan pemasangan kayu pegangan. Peralatan yang diproduksi misalnya sabit, golok, cangkul, pisau, dan lain-lain. Peralatan seperti sabit, akan lebih dipilih bahan baja untuk membuatnya.


Beberapa adegan yang kami ambil gambarnya adalah ketika sutradara kami berbincang dengan narasumber. Yang kemudian dilanjutkan dengan teknik pengambilan gambar secara close ke narasumber. Kemudian proses pembakaran besi, pemukulan besi panas membara yang dilakukan beberapa orang. Dan juga ketika para pekerja melakukan pekerjaannya masing-masing seperti menggerida, mengikir dll.

Berikut beberapa screenshotnya:





  • Film yang kedua berjudul "Pathi" yang meliput pembuatan tepung tapioka.
Narasumber kami adalah saudara Mario. Dia menceritakan proses-proses dari pemotongan ketela dengan cara manual oleh para pekerja, penggilingan ketela, pengendapan dsb. Juga bercerita tentang limbah dari ketela ini (yang disebut "lindur" dalam bahasa setempat) yang masih bisa digunakan lagi untuk bahan makanan ternak, dan yang lagi nge-tren yaitu pembuatan bio ethanol.


Teknik-teknik yang kami lakukan gak jauh beda dengan film "Pandhe"

Berikut beberapa screenshotnya:











Continue Reading...